Rabu, 09 Agustus 2017

Pengertian Lafal dalam Puisi

Pengertian Lafal dalam Puisi - Membaca puisi harus mengerti tentang intonasi, lafal, tekanan, jeda. Semua itu tidak bisa dikesampingkan. Oleh sebab itu Anda harus betul-betul memahami pengertian lafal, intonasi, tekanan, dan jeda. Puisi merupakan salah satu bentuk karya sastra bebas, dalam arti ia tidak terikat dengan aturan yang ketat. Hal terpenting dari sebuah puisi adalah isi. Selain itu dalam puisi juga harus menggunakan diksi yang tepat. Diksi atau pilihan kata haru tepat supaya tidak melenceng dari isi atau pesan yang akan disampaikan melalui puisi tersebut. 
Baiklah, disini kita akan membahasnya satu persatu supaya Anda bisa memahami puisi secara mendalam.

1. Lafal
Tentu Anda sering mendengar kata “lafal”. Lafal terdapat dalam semua unsure bahasa, baik bahasa Indonesia, Inggris dan bahasa lain di dunia. Lafal merupakan cara seseorang untuk mengucapkan bunyi dalam bahasa. Dalam bahasa Indonesia, bunyi bahasa meliputi vokal, konsonan, diftong, dan gabungan konsonan. Adapun yang dimaksud dengannya sebagai berikut.
a. Vokal meliputi lambang a I, u, e, o
b. Konsonan dalam bahasa Indonesia meliputi b, c, d, f, g, h, j, k, l, m, n, o, p, q, r, s, t, u, v, w, x, y, z
c. Diftong meliputi ai, oi, au
d. Gabungan konsonan meliputi kh, ng, ny, dan sy
Itulah sedikit pengertian lafal dan penjelasan lengkap tentang lafal. Setelah ini akan dibahas mengenai unsure puisi yang lainnya.

2. Intonasi
Sering pastinya Anda membaca atau mendengar kata intonasi diucapkan dalam pelajaran bahasa Indonesia terutama materi puisi. Intonasi adalah lagu kalimat yang merupakan perpaduan antara tekanan dan jeda dari awal hingga akhir kalimat. Intonasi dalam pembacaan puisi akan membuat puisi enak di dengar. Atau dengan kata lain intonasi merupakan tinggi rendahnya nada yang dipengaruhi oleh keras lemahnya suara pada kalimat.
Contohnya, dalamkalimat Tanya seperti “Mengapa kamu disini?”, intonasinya naik. Berbeda dengan kalimat “Aku baik-baik saja” maka intonasinya datar. Atau “Aku sedih sekali”, intonasinya turun.

3. Tekanan
Terdapat 3 jenis tekana, antara lain:
a. Tekanan dinamik
Yaitu tekanan keras terhadap suatu kata sebagai tanda pengertian khusus. Adapun fungsi tekanan dinamik untuk mengalihkan pembicaraan, menyebutkan jenis-jenis benda atau hal berturut-turut, mementingkan tekanan pada kata yang dianggap penting.
b. Tekanan Nada
Merupakan ucapan terkait tinggi rendahnya suara untuk menunjukkan suasana atau perasaan si pembaca puisi.
c. Tekanan tempo
Yaitu tekanan yang diucapkan dengan lambat pada kata-kata yang Anda anggap penting atau berarti.

4. Hal terakhir yang harus Anda perhatikan dalam membaca puisi adalah jeda. Jeda merupakan penghentian pengucapan sementara. Jeda ini ditandai dengan tanda titik, koma, titik koma, tanda tanya, titik dua, dan tanda seru.

Demikian ulasan mengenai pengertian lafal dan unsur puisi lainnya, semoga dapat menambah wawasan dan membantu Anda belajar membaca puisi.