Senin, 11 Mei 2020

Cara mudah Menghitung Daya Listrik yang diperlukan rumah

Momod ads.id
Apakah listrik dirumahmu sering nge-trip alias tiba-tiba mati mendadak karena kelebihan pemakaian daya listrik dan berencana ingin menambah daya atau sudah punya solusi yang lain semisal membatasi pemakaian dayanya. Nah mungkin artikel saya disini akan bermanfaat bagi yang belum tahu cara menghitung daya listrik yang diperlukan di rumah. Dan juga bagi yang baru membangun rumah sudah pasti akan melakukan pemasangan listrik untuk yang pertama kalinya. Akan tetapi, apakah kamu tahu berapa daya listrik yang harus dipasang?

Oke untuk mengetahuinya sebenarnya kita dapat menghitung daya listrik yang diperlukan agar sesuai dengan kebutuhan kita. Sebelum menghitung daya listrik kita juga harus tahu kode ampere dalam MCB dibawah ini saya akan membahasnya sedikit.

Pada setiap rumah yang sudah berlangganan listrik dari PLN sudah pasti akan terpasang yang namanya KWH Meter atau meteran listrik dan MCB (Miniature Circuit Breaker) yang dipasang sendiri oleh pihak PLN.

Fungsi KWH Meter sendiri adalah sebagai pengukur pemakaian daya listrik yang kita pergunakan untuk kebutuhan peralatan listrik sehari-harinya, Tentunya ini digunakan agar dapat menghitung tagihan listrik. Sedangkan MCB yang merupakan singkatan dari Miniature Circuit Breaker adalah alat yang berfungsi untuk membatasi arus listrik yang kita digunakan dan sekaligus sebagai pengaman dari hubungan singkat atau sering juga disebut konsleting listrik.

Sebagai pengaman, MCB akan secara otomatis akan memutuskan arus listrik apabila terjadi hubungan singkat atau konsleting listrik pada rangkaian listrik di rumah kita. Sedangkan maksud dari fungsi membatasi diatas adalah untuk memutuskan aliran listrik jika daya listrik yang digunakan melebihi batas yang telah ditentukan. Jadi MCB inilah yang menjadi kunci utama besar kecilnya daya listrik.

Tentunya PLN akan memasangkan kapasitas MCB yang sesuai dengan batas daya listrik yang kita minta. Kita bisa melihatnya melalui tulisan kode ampere ( satuan arus listrik) yang telah tertera di MCB tersebut. Misalnya 1A, 2A, 4A, 6A, 10A, 16A, 20A dan lain-lain.

Kode ampere diatas sebenarnya menunjukkan daya listrik dari MCB. Namun, bagi yang belum tahu akan sulit mengartikannya. Untuk mengetahui daya listrik dari kode ampere tersebut, kita perlu sedikit perhitungan berdasarkan rumus seperti dibawah ini.

Rumus Daya Listrik
Daya Listrik = Tegangan x Arus
Atau
Watt = Volt x Ampere
Contoh Soal
Misalnya jika MCB tertulis 2A
Untuk tegangannya pada umumnya, Tegangan listrik dari PLN untuk rumah tangga adalah sebesar 220V. Lalu pertanyaannya berapakah batas daya listrik yang diizinkan ?

Watt = 220V x 2A
Watt = 440 Watt atau 440VA

Jadi batas daya listrik yang diizinkan adalah 440 Watt.

Nah, perhitungan seperti diatas adalah cara mengetahui batas daya listrik pada MCB dan pertanyaan selanjutnya berapakah daya listrik yang diperlukan oleh rumah kita?

Cara Mudah Menghitung Daya Listrik Yang Diperlukan Rumah

Disini saya coba contohkan kita membangun sebuah rumah baru dan ingin melakukan pemasangan listrik baru sehingga langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menghitung kebutuhan daya listrik yang nantinya akan kita pakai. Untuk menghitung kebutuhan listrik pada rumah tentunya kita harus menjumlahkan semua peralatan listrik yang akan kita pakai nantinya.

Agar lebih mudah tuliskan peralatan listrik yang kita perlukan serta daya listrik yang digunakan peralatan listrik tersebut.
Biasanya pada setiap peralatan listrik sudah tertera jumlah daya listrik yang diperlukan masing-masing peralatan listrik tersebut. Pada label penulisan yang tertera terkadang penulisan daya listriknya menggunakan satuan ampere (A), jika demikian maka harus menggunakan rumus daya listrik diatas (Watt = Volt x Ampere) untuk meng-konversi dari Ampere ke Watt seperti contoh mengetahui daya listrik pada MCB diatas.

Contoh peralatan listrik yang akan dipakai

2 unit Pompa Air berdaya listrik 125 Watt
= 125 Watt x 2 Unit       = 250 Watt.

2 unit TV LED 24” berdaya listrik 35 Watt      = 35 Watt x 2 Unit         = 70 Watt.

1 unit Kulkas berdaya listrik 128 Watt
= 128 Watt x 1 Unit      = 128 Watt.

1 unit Mesin Cuci berdaya listrik 300 Watt
= 300 Watt x 1 Unit      = 300 Watt.

1 unit Rice Cooker berdaya listrik 400 Watt = 400 Watt x 1 Unit     = 400 Watt.

2 unit Kipas Angin berdaya listrik 60 Watt
= 60 Watt x 2 Unit       = 120 Watt.

15 Unit Lampu Penerang berdaya listrik 20Watt
= 20 Watt x 15 Unit    = 300 Watt.

Total                              = 1.568 Watt.

Setelah kita jumlahkan semuanya, total daya listrik adalah 1.568 Watt.

Jadi daya listrik yang kita perlukan adalah sekitar 1.568 Watt atau 1.568 VA Jika dikonversikan menjadi arus listrik adalah sebagai berikut.

Arus Listrik = Watt / Volt
Arus Listrik = 1.568 Watt / 220 Volt
Arus Listrik = 7,12 Ampere

Maka MCB yang diperlukan adalah diatas 7,12 A.

Umumnya PLN hanya menyediakan beberapa pilihan standar daya listrik yaitu 220 Watt (1A), 450 Watt (2A), 900 Watt (4A), 1300 Watt (6A), 2200 Watt (10A), 3500 Watt (16A), 4400 Watt (20A), 5500 Watt (25A) dan seterusnya. Jadi pemasangan daya listrik yang dianjurkan oleh PLN adalah sebesar 2200 Watt atau 10A.

Hal yang harus kita perhatikan adalah makin tinggi daya listrik yang kita pasang, makin tinggi pula biaya tagihan listrik yang dikenakan. Oleh sebab itu, kita perlu memilih pemasangan daya listrik yang sesuai dengan keuangan dan kebutuhan kita. Pemasangan daya listrik yang terlalu tinggi akan mengakibatkan semakin tingginya tagihan listrik yang sebenarnya merupakan suatu pemborosan biaya.

Sedangkan pemasangan daya listrik yang terlalu rendah atau tidak mencukupi kebutuhan daya listrik kita, Hal ini akan membuat MCB sering nge-trip karena kekurangan daya listrik dan jika dibiarkan terus menerus, hal ini dapat merusak peralatan listrik rumah kita.

Sekian dulu untuk artikel kali ini semoga bermanfaat