Rabu, 16 Januari 2019

Pengertian Implementasi Menurut Para Ahli, Tujuan Serta Teori Implementasi Kebijakan

Loading...
Pengertian Implementasi adalah suatu tindakan atau pelaksanaan dari sebuah rencana yang sudah disusun secara matang dan terperinci. Selain itu, secara bahasa pengertian implementasi menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) didefinisikan sebagai "pelaksanaan" dan "penerapan".

Sedangkan pengertian umum Implementasi adalah suatu tindakan atau pelaksanaan suatu rencana/kegiatan yang telah disusun secara sistematis untuk mencapai suatu tujuan.

Implementasi dilakukan dengan menggunakan strategi yang dimana berarti setelah perencanaan yang telah dianggap sempurna.

Secara etimologi atau menurut bahasa, pengertian implementasi berasal dari bahasa atau istilah Inggris yang dikenal dengan "to Implement". Arti dari secara bahasa ini didefinisikan "Mengimplementasikan".

Implementasi banyak merambah dalam sistem kehidupan ini. Ada yang membicarakan Implementasi dalam keperawatan, politik dan juga administrasi, kurikulum atau pendidikan, akhlak, agama atau ajaran Islam, akuntansi dan manajemen atau dalam hal ekonomi yang berhubungan dengan bisnis perusahaan, sosial budaya, HAM dan hukum serta lebih mengerucut pada peradilan di Indonesia, dan implementasi sistem teknologi informasi serta masih banyak lagi.

Implementasi sebagai suatu proses tindakan Administrasi dan Politik. Pandangan ini sejalan dengan pendapat Peter S. Cleaves dalam bukunya Solichin Abdul Wahab (2008;187), yang secara tegas menyebutkan bahwa: Implementasi itu mencakup “a process of moving toward a policy objective by means of administrative and political steps” (Cleaves, 1980).

Implementasi tidak hanya sekedar meng-adakan, jauh dari pada itu juga mengacu pada norma atau aturan tertentu demi mencapai tujuan kegiatan.

Biasanya juga setelah mengimplementasikan sesuatu memerlukan suatu prosedur evaluasi untuk mengukur sejauh mana tingkat dari tujuan dan fungsi implementasi itu tercapai. 

Pengertian Implementasi Menurut Para Ahli

Berdasarkan dari definisi diatas, terdapat beberapa pendapat atau menurut para ahli. Adapun sejumlah nama ahli dan pendapatnya dapat dilihat dibawah ini:

1. Pengertian Implementasi Menurut Nurdin Usman

Dalam bukunya yang berjudul "Konteks Implementasi Berbasis Kurikulum" yang menjelaskan Implementasi dalam dunia pendidikan, Nurdin Usman (2002: 70) menyampaikan bahwa pengertian Implementasi adalah suatu aktivitas, aksi, tindakan atau lebih dari itu terdapat mekanisme sistem dengan kegiatan terencana untuk mencapai tujuan.

2. Pengertian Implementasi Menurut Guntur Setiawan

Mennurut Guntur Setiawan bahwa definisi implementasi adalah perluasan aktivitas yang saling menyesuaikan proses interaksi antara tujuan dan tindakan dalam mencapai serta memerlukan adanya jaringan pelaksana, birokrasi yang efektif.

3. Pengertian Implementasi Menurut Purwanto dan Sulistyastuti

Menurut Purwanto dan Sulistyastuti bahwa arti dari implementasi adalah kegiatan yang dilakukan untuk mendistribusikan keluaran kebijakan (to deliver policy output) sebagai implementor kepada kelompok sasaran (target group) untuk mewujudkan kebijakan.

4. Pengertian Implementasi Menurut Agustion

Menurut Agustino bahwa pengertian implementasi adalah proses yang dilakukan secara dinamis yang pelaksanaan kebijakan melakukan aktifitas untuk mendapatkan suatu hasil yang sesuai dengan tujuan atau sasaran kebijakan.

5. Pengertian Implementasi Menurut Hanifah

Menurut Hanifah (Harsono, 2002: 67) dalam bukunya yang berjudul Implementasi Kebijakan dan Politik yang disampaikannya berkenaan tentang politik, Hanifah berpendapat bahwa pengertian Implementasi adalah suatu proses untuk melaksanakan kegiatan menjadi tindakan kebijakan dari politik kedalam administrasi.

6. Pengertian Implementasi Menurut Syaukani

Menurut Syaukani dkk (2004 : 295) bahwa definisi implementasi adalah suatu rangkaian aktivitas dalam rangka menghantarkan kebijakan kepada masyarakat sehingga kebijakan tersebut dapat membawa hasil sebagaimana diharapkan. Rangkaian kegiatan terdiri atas:
  • Persiapan seperangkat peraturan lanjutan yang merupakan interpretasi dari kebijakan tersebut.
  • Menyiapkan sumber daya guna menggerakkan kegiatan implementasi termasuk didalamnya sarana dan prasarana, sumber daya keuangan dan tentu saja penetapan siapa yang bertanggung jawab melaksanakan kebijaksanaan tersebut.
  • Bagaimana mengahantarkan kebijaksanaan secara kongkrit ke masyarakat
7. Pengertian Implementasi Menurut Browne dan Wildavsky

Secara sederhana dan singkat, pengertian Implementasi yang dikemukakan oleh Browne dan Wildavsky (Usman, 2004:7) mengemukakan bahwa pengertian implementasi adalah "perluasan aktivitas yang saling menyesuaikan”

Unsur-Unsur Implementasi

Dalam mengimplementasikan sesuatu kegiatan, terdapat tiga unsur menurut Syukur (dalam Surmadi, 2005:79). Menurut Syukur bahwa unsur penting proses implementasi itu adalah
  • Terdapat program atau kebijakan yang dilaksanakan
  • Memiliki target group dalam hal ini adalah kelompok masyarakat yang menjadi sasaran dan ditetapkan akan menerima manfaat dari program, perubahan atau peningkatan
  • Terdapat unsur pelaksana disebut implementor yang dilakukan baik dari organisasi atau perorangan yang dapat dan untuk bertanggung jawab dalam memperoleh pelaksanaan dan pengawasan dari proses implementasi tersebut.

Tujuan Implementasi Sistem

Ketika sistem yang telah melakukan analisa dan perancangan. Langkah selanjutnya adalah dengan menjalankan sistem atau kegiatan ini yaitu dengan mengimplementasikannya sesuai dengan yang menjadi faktor-faktor pendukung akan berhasilnya implementasi.

Maka dari itu, diperlukan tahap pengujian terhadap sistem sebagai strategi evaluasi untuk mencapai tujuan dalam implementasi tersebut.

Hal demikian juga menunjang untuk mengurangi kendala yang akan muncul. Tujuan dari implementasi sistem yaitu:
  • Bertujuan untuk merancang desain sistem selama menjalankan penelitian analisa
  • Bertujuan untuk melakukan pengujian dan juga pendokumentasian prosedur dan program yang diperlukan
  • Bertujuan untuk menyelesaikan desain sistem yang sudah disetujui, Agar penghitungan sistem yang telah dirancang sesuatu dengan keperluan pengguna.

Implementasi Dalam Kebijakan

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian kebijakan diartikan sebagai rangkaian konsep dan asas yang menjadi garis besar dan dasar rencana dalam pelaksanaan suatu pekerjaan, kepemimpinan, dan cara bertindak (tentang pemerintahan,organisasi,dsb); pernyataan cita-cita, tujuan, prinsip, dan garis pedoman untuk manajemen dalam usaha mencapai sasaran.

Keberhasilan implementasi kebijakan ditentukan banyak variabel atau faktor yang saling terikat dengan yang lainnya. Adapun teori implementasi yang memperkaya pemahaman untuk sebagai referesi dalam mengimplementasikan kebijakan terdapat beberapa teori:

Teori Implementasi Kebijakan Menurut George Edward III

Dalam berhasilnya implementasi dalam kebijakan terdapat sejumlah faktor yang mempengaruhi keberhasilan ataupun kegagalannya. Hal demikian disebutkan oleh Teori George Edward III.

Menurut teori George Edward III dalam Widodo (2010:96) terdapat 4 faktor yaitu faktor (1) komunikasi, (2) sumberdaya, (3) disposisi dan (4) struktur birokrasi. Adapun penjelasan Teori Edward III sebagai berikut:

1. Komunikasi
Keberhasialan implementasi kebijakan mensyaratkan agar implementor mengetahui apa yang harus dilakukan yang kemudian ditransmisikan kepada kelompok.

2. Sumber Daya
Isi kebijakan yang telah dikomunikasikan memerlukan sumber daya yang dapat berupa sumber daya manusia sebagai implementasi dalam isi kebijakan agar tidak hanya berupa dokumen saja. 

3. Disposisi
Disposisi adalah watak dan karakteristik yang dimiliki implementor. Ketika implementor memiliki disposisi yang baik, maka dia akan menjalankan kebijakan dengan baik seperti apa yang diinginkan oleh pembuat kebijakan.

4. Struktur Birokrasi
Struktur organisasi yang bertugas mengimplementasikan kebijakan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap implementasi kebijakan.

Teori Implementasi Kebijakan Menurut Grindle

Keberhasilan implementasi menurut Merilee S. Grindle (Wibawa (2005 :36) yang mengutarakan bahwa terdapat dua variabel atau faktor yang mempengaruhi implementasi. Adapun kedua hal tersebut berdasarkan teori Grindle adalah "isi kebijakan dan lingkungan (konteks) implementasi".

Kedua hal tersebut harus didukung oleh program aksi dan proyek individu yang didesain dan dibiayai berdasarkan tujuan kebijakan.

Sehingga dalam pelaksanaan kegiatan akan memberikan hasil berupa dampak pada masyarakat, individu dan kelompok serta perubahan dan penerimaan oleh masyarakat terhadap kebijakan yang terlaksana.