Jumat, 08 Mei 2020

Sejarah Alessandro Volta Penemu Baterai

Berikut adalah sejarah tentang penemuan baterai oleh Alessandro Volta

Di dalam kehidupan kita yang sekarang ini tak lepas dari benda yang namanya baterai. Baterai mengubah energi kimia menjadi energi listrik dan digunakan untuk memberi tenaga pada berbagai perangkat elektronik. Berbagai macam perangkat seperti ponsel, laptop, tablet, pemutar musik dan lainnya, mengandalkan baterai sebagai sumber energi. Meski demikian, mungkin ada di antara kamu yang belum tahu bagaimana baterai ini bisa ditemukan. Berikut sejarah baterai dan penemunya, seperti dilansir jadiBerita dari berbagai sumber.

Baterai awalnya ditemukan oleh seorang ilmuwan bernama Alessandro Volta. Dia menemukan baterai pada tahun 1800. Volta juga membuat penemuan penting lain dalam bidang pneumatik, serta meteorologi dan elektrostatika.
Alessandro Volta
Alessandro Volta lahir di Como, Italia, pada tanggal 8 Februari 1745. Keluarga Alessandro Volta adalah termasuk keluarga berada, ayahnya adalah seorang bangsawan yang cukup disegani dikota tersebut. Keluarga mereka sangat menjunjung tinggi pendidikan dan ilmu pengetahuan. Tak pelak lagi, lingkungan inilah yang membentuk Volta hingga sangat cinta dengan ilmu pengetahuan khususnya fisika.

Ketika kecil Alessandro Volta, bukanlah anak yang menonjol. Ia bahkan sangat ketinggalan dibanding teman-teman seusianya, seperti keterlambatan bicara hingga usia 4 tahun. Padahal umumnya anak sudah pandai bicara ketika berusia 2 tahun. Namun hal itu tak membuat sang ibu bersedih. Ibu Volta terus memompa semangat anaknya agar bisa mengikuti perkembangan layaknya anak seusianya.

Perkembangan Alessandro Volta baru menunjukkan kemajuan ketika usianya menginjak 7 tahun yaitu ketika ia baru saja kehilangan ayah tercinta untuk selama-lamanya. Prestasi Volta disekolah juga menunjukkan kemajuan pesat. Hal yang membuatnya tertarik adalah ilmu fisika. Ketika ia berusia 14 tahun, Volta sudah memantabkan dirinya berkiprah di ilmu fisika terutama segala hal yang berhubungan dengan listrik.

Saat usianya 29 tahun, Volta melamar menjadi guru fisika disebuah SMA di Como hingga ia dinobatkan sebgai kepala sekolah di SMA tersebut. Di sela-sela kesibukannya mengajar, Alessandro Volta juga tetap bereksperimen yang membuahkan penemun pertamanya tentang Electrophorus yaitu sebuah alat yang menghasilkan listrik statis.

Alessandro Volta kemudian tenggelam dengan eksperimen-eksperimen selanjutnya yaitu mempelajari atmosfer listrik statis dengan membakar bunga api. Pada usia 32 tahun tepatnya tahun 1777 gelar profesor fisika dari University of Pavia berhasil didapatkannya. Di university itulah kelak ia berkenalan dengan seseorang yang membuatnya menjadi penemu baterai. Adalah Luigi Galvani yang juga seorang fisikawan teman Alessandro Volta yang mengilhami Volta membuat penemuan baterai.
Luigi Galvani
Pada tahun 1786, Luigi Galvani melakukan eksperimen yang tak sengaja yaitu mengikat kaki katak mati dengan kait tembaga dan tak sengaja menyentuh besi hingga membuat kaki katak tersebut berdenyut. Waktu itu Galvani mengira bahwa itu adalah gerakan listrik di sekitarnya seperti kilat dan Galvani menyimpulkan bahwa kaki katak mengandung listrik. Namun Volta yang juga mengetahui eksperimen itu membantah bahwa tak mungkin daging atau kaki katak mengandung listrik. Listrik yang membuat kaki katak berdenyut itu berasal dari perbedaan tegangan antara tembaga yang mengikat kaki dengan besi yang secara tak sengaja tersentuh kaki katak.

Perbedaan pendapat tersebut membuat hubungan Volta dan Galvani menjadi tegang. Ada dua kubu disini yang saling menjtuhkan yaitu kubu Volta dan kubu Galvani. Alessandro Volta kemudian melakukan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan teorinya.

Selama 8 tahun Alessandro Volta melakukan penelitian itu, hingga ia mendapat kesimpulan bahwa listrik itu berasal dari logam bukan daging atau kaki katak yang telah mati. Efek ini muncul akibat dua logam tak sejenis yaitu besi dan tembaga dari pisau bedah Galvani waktu itu.

Volta pun kemudian membuat Baterai Volta (Voltac Pile) yang terbuat dari tembaga dan seng yang dicelupkan ke air garam dan dihubungkan tanpa bersinggungan. Para ilmuwan kemudian melakukan penyempurnaan baterai volta ini. Hal ini sekaligus membuktikan bahwa teori Alessandro Volta lah yang benar dan sekaligus menjatuhkan teori Galvani. Nama Alessandro Volta kemudian tercatat sebagai seorang penemu baterai dimana satuan tegangan listrik memakai namanya yaitu Volt.
Alessandro Volta dan baterai ciptaannya (Techstory)
Setelah banyak bekerja dan menemukan berbagai penemuan penting, Alessandro Volta mengumumkan pensiun dirinya dari keilmuan pada tahun 1819. Volta tetap tinggal di kampung kelahirannya yaitu Camnago, Como, Italia. Delapan tahun setelah menyatakan pensiun, Alessandro Volta meninggal dunia tepatnya pada tanggal 5 Maret 1827 di kota yang sama ketika ia dilahirkan. Jasa Alessandro Volta dalam menciptakan baterai membuat dunia sangat berhutang budi pada beliau. Apa jadinya dunia ini jika tak diketemukan baterai.

Baca juga : Sejarah Michael Faraday Sang Penemu Listrik

Dekat Danau Como berdiri Olmo Villa, yang rumah Voltian Foundation, sebuah organisasi yang mempromosikan kegiatan ilmiah. Volta dilakukan studi eksperimental dan membuat penemuan pertama di Como. Atas jasanya, satuan beda potensial listrik dinamakan volt.

Sekian dulu artikel kali ini semoga bermanfaat.

Dikutip dari : http://jadiberita.com/92430/mengenal-alessandro-volta-sang-penemu-baterai.html