Kamis, 27 Februari 2020

Sejarah Garuda Pancasila Lambang Negara Indonesia

Momod ads.id
Sudahkah anda tahu siapa pembuat lambang garuda pancasila dasar negara Indonesia? Burung garuda berperisai itu merupakan buah karya salah seorang putera bangsa yang bisa menuangkan butir-butir pancasila dalam bentuk yang lebih nyata.

Beliau yaitu Sultan Hamid II(Syarif Abdul Hamid Alkadrie). Beliau yaitu putra dari Sultan Pontianak. Sultan Hamid II lahir di Pontianak, 12 Juli 1913. Beliau menikah dengan seorang wanita Belanda dan dikaruniai dua anak. Sultan Hamid II wafat 30 Maret 1978.

Burung Garuda banyak muncul di banyak sekali dongeng terutama di Jawa dan Bali. Garuda melambangkan  pengetahuan, kebajikan, keberanian, kekuatan, kesetiaan, dan disiplin. Garuda juga mempunyai sifat Wishnu(salah satu tuhan dalam hindu) sebagai pemelihara dan juga penjaga tatanan alam semesta. Oleh alasannya garuda melambangkan sesuatu yang baik inilah burung garuda dijadikan simbol nasional Indonesia.


Lahirnya Garuda Pancasila
Setelah masa perang kemerdekaan dan masa mempertahankan kedaulatan, Indonesia dirasa perlu mempunyai lambang negara yang sanggup merepresentasikan negara. Tanggal 10 Januari 1950 dibuat Panitia Teknis dengan nama Panitia Lencana Negara di bawah koordinator Menteri Negara Zonder Porto Folio Sultan Hamid II yang ditugaskan Presiden Soekarno untuk merencanakan, merancang dan merumuskan gambar lambang negara; dengan susunan panitia teknis : Muhammad Yamin sebagai ketua, dan beranggotakan Ki Hajar Dewantara, M A Pellaupessy, Moh Natsir dan RM Ng Poerbatjaraka; yang bertugas menyeleksi proposal lambang negara yang diusulkan kepada pemerintah.

Setelah sayembara tersebut diadakan, terpilih dua proposal yaitu dari M.Yamin dan Sultan Hamid II.
Kemudian Usulan Sultan Hamid II yang diterima oleh pemerintah dan DPR. Usulan dari M.Yamin ditolak alasannya mengandung unsur sinar matahari yang masih terpengaruh dari Jepang.
Usulan Sultan Hamid II diterima alasannya sesuai dengan apa yang dikehendaki Presiden Soekarno bahwa lambang negara mencerminkan pandangan hidup bangsa, dasar negara Indonesia, di mana sila-sila dari dasar negara, yaitu Pancasila divisualisasikan dalam lambang negara.

Setelah rancangan terpilih, komunikasi intensif antara Sultan Hamid II, Bung Hatta, dan Ir.Soekarno terus dilakukan untuk penyempurnaan. Mereka setuju untuk mengganti pita yang dicengkeram, semula berwarna merah putih menjadi putih penuh dengan semboyan bhineka tunggal ika.

Tanggal 8 Februari 1950 proposal tersebut diajukan kepada Presiden Soekarno. Usulan tersebut menerima masukan dari Partai Masyumi semoga dipertimbangkan kembali keberatan terhadap penggunaan simbol insan yang dianggap sangat bersifat mitologis.

 Sudahkah anda tahu siapa pembuat lambang garuda pancasila dasar negara Indonesia Sejarah Garuda Pancasila Lambang Negara Indonesia

Setelah dilakukan perubahan, Sultan Hamid II kembali mengajukan proposal yang gres menurut banyak sekali masukan. Usulan yang gres ini sudah berwujud burung rajawali garuda pancasila. Usulan tersebut diserahkan Presiden Soekarno kepada Kabinet RIS melalui PM Moh.Hatta. Pada sidang kabinet tanggal 11 Februari 1950 lambang negara ini diresmikan. Garuda versi ini belum mempunyai jambul ibarat sekarang.



Presiden Soekarno memperbaiki beberapa hal ibarat menambahkan jambul semoga tidak terlalu mirim dengan bald eagel USA, merubah cengkraman pada pita dari menghadap ke belakang menjadi menghadap depan. Terakhir, Sultan Hamid II menciptakan skala ukuran dan tata warna.

 Sudahkah anda tahu siapa pembuat lambang garuda pancasila dasar negara Indonesia Sejarah Garuda Pancasila Lambang Negara Indonesia


Baca juga pengertian pancasila> Pengertian Pancasila


 
close