Senin, 02 Maret 2020

Sistem Sosial Budaya Indonesia

Pengertian Sistem Sosial Budaya

Sistem

Sistem adalah istilah yang artinya menggabungkan, untuk mendirikan, untuk menempatkan bersama. Sistem yaitu kumpulan elemen berafiliasi yang menjadi kesatuan atau kebulatan yang kompleks. Sistem merupakan jarintan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, untuk menjalankan fungsi masing-masing untuk menghasilkan atau menuntaskan sesuatu yang menjadi target bersama.



Sosial berdasarkan Lena Dominelli adalah belahan yang tidak utuh dari sebuah hubungan insan sehingga membutuhkan pemakluman atas hal-hal yang bersifat ringkih didalamnya.

Edward B. Tylor beropini bahwa kebudayaan adalah keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya termuat  kepercayaan, pengetahuan, kesenian, moral, adat istiadat, hukum, dan kemampuan-kemampuan lain yang diperoleh seseorang sebagai belahan dari masyarakat. Perubahan sosial budaya bisa terjadi apabila satu kebudayaan melaksanakan kontak atau terjadi hubungan dengan kebudayaan asing. Perubahan sosial budaya merupakan sebuah tanda-tanda berubahnya struktur sosial dan juga contoh budaya di dalam sebuah masyarakat.

Sistem Budaya merupakan bentuk ajaib dari kebudayaan.. Sistem budaya merupakan wangsit dan gagasan insan yang hidup bermasyarakat.  Ide insan tersebut tidak terlepas melainkan berkaitan satu dengan lainnya dalam sebuah sistem. Oleh sebab itu sistem budaya adalah salah satu belahan dari kebudayaan, yaitu adat istiadat yang didalamnya termasuk sistem norma, nilai budaya, dan semua norma yang hidup dan berkembang di masyarakat.

Sepuluh unsur sistem sosial berdasarkan Alvin L. Bertrand
1. Perasaan (sentiment)
2. Keyakinan (pengetahuan)
3. Norma Tujuan
4. Tujuan
5. Tingkatan atau pangkat (rank) Status dan peranan
6. Status dan peranan
7. Sanksi
8. Kekuasaan atau efek (power) Sanksi
9. Tekanan ketegangaan (stress strain)
10. Sarana atau fasilitas

Unsur Budaya berdasarkan Bronislaw Malinowski

1. sistem norma sosial - yang memperlihatkan kemungkinan kepada masyarakat untuk bekerjasama dan menyesuaikan diri
2. organisasi ekonomi
3. alat atau Lembaga Pendidikan (Keluarga)
4. organisasi politik

Ciri Sistem Sosial yaitu terbuka atau mendapatkan unsur-unsur yang tiba dari luar. Hal ini menjadikan terjadinya jalinan antar unsur-unsur dan pertukaran sistem sosial yang berasal dari luar(eksternal).

Proses-proses sistem sosial:
  • Komunikasi
  • Memelihara tapal batas
  • Penjalinan sistem
  • Sosialisasi
  • Pengawasan sosial
  • Pelembagaan
  • Perubahan social
Wujud Kebudayaan
J.J.Hoenigman membagi kebudayaan menjadi tiga wujud:
1. Gagasan
Gagasan,ide, nilai, atau norma merupakan bentuk ideal dari kebudayaan
2. Aktivitas
Bentuk kebudayaan acara yaitu sistem sosial berupa tindakan berpola insan dalam masyarakat.
3. Artefak
Artefak merupakan wujud kebudayaan fisik yang bisa di lihat, diraba, ataupun didokumentasikan hasil karya atau perbuatan manusia.

Fungsi sistem budaya yaitu untuk menata dan juga tetapkan tidakan serta tingkah laris masyarakat(manusia). Proses pembelajaran sistem ini dilakukan dengan pembudayaan atau pelembagaan yang bertujuan untuk sanggup menyesuaikan diri(pikiran dan sikap) denngan norma adat, dan peraturan yang hidup di lingkungan kebudayaannya. Proses pembelajaran dilakukan mulai dari kecil dari lingkungan keluarga, lingkungan diluar rumah, dan lingkungan selanjutnya. Dimulai dari menggandakan apapun(sesuatu yang baik) yang ada di lingkungan tersebut lalu tindakan tersebut akan menjadikan dorongan untuk dimasukkan kedalam kepribadian sehingga menjadi contoh dan norma yang mengatur tindakan yang dibudayakan. Tidak semua orang bisa untuk menyesuaikan diri dengan sistem budaya di lingkungan sosial atau disebut juga deviants.

Negara juga sangat memerhatikan kebudayaan terbukti dalam konstitusi Indonesia Undang-Undang Dasar 1945 pasal 32 yang berbunyi
(1) Negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan menyebarkan nilai-nilai budayanya.
(2) Negara menghormati dan memelihara bahasa kawasan sebagai kekayaan budaya nasional.


 
close